Assalamu'alaikum Wr. Wb.🙏
Bagaimana nih kabar para pembaca?
Hari ini saya mau berbagi pengalaman saya setelah menerapkan konsep-konsep inti budaya positif serta mendiseminasikannya kepada guru-guru di sekolah.
Alhamdulillah setelah mempelajari ilmu mengenai budaya positif, saya langsung menerapkannya di sekolah saya, baik itu dalam pembelajaran atau dalam kebiasaan sehari-hari. Ada perasaan bahagia ketika bisa mengimplementasikan ilmu yang saya pelajari, bahkan bisa mendiseminasikannya kepada orang lain, dengan harapan bisa memberikan banyak manfaat untuk semuanya. Manfaat untuk diri sendiri ataupun rekan sejawat, dan murid.
Saya mencoba menerapkan pendidikan yang berpihak pada murid dengan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Ketika belajar mata pelajaran bahasa Indonesia pada materi iklan, maka peserta didik dipersilakan untuk mengiklankan produk-produk yang ada di lingkungan sekitar, berhubung di lingkungan sekolah saya dekat dengan kebun cabe, dan kebetulan cabenya juga diolah menjadi serundeng bubuk cabe, maka murid mempromosikan produk serundeng bubuk cabe tersebut. Sedangkan untuk pembelajaran yang sesuai dengan kodrat zaman, dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang menulis puisi, maka murid dipersilakan menggunakan perangkat komputer untuk menulis puisi, baik itu menggunakan canva, google slide, woord, dll. Disesuaikan dengan pilihan mereka.
Selain pembelajaran yang berpihak pada murid, saya juga menerapkan pembuatan keyakinan kelas, . ternyata pembuatan keyakinan kelas membuat murid lebih dihargai karena mereka merasa dianggap dalam pembentukan peraturan, mereka bebas berpendapat, serta mengetahui ilmu perbedaan keyakinan kelas dengan peraturan, mereka lebih bahagia ketika diberikan kebebasan berpendapat, musyawarah, dan menemukan sebuah kesepakatan/keyakinan kelas yang nantinya akan mereka terapkan.
Selain penerapan pembuatan keyakinan kelas, saya juga menerapkan segitiga restitusi dengan posisi kontrol sebagai manager. Sebelum mempelajari modul budaya positif sebenarnya saya pernah melakukan sebuah restitusi tapi belum lengkap tahapan-tahapannya serta masih sering menggunakan posisi kontrol sebagai pemantau, tetapi setelah mempelajari modul budaya positif saya mencoba menerapkan segitiga restitusi dengan lengkap dan menggunakan posisi kontrol manager. Hasilnya? Luar biasa membuat saya lebih tenang karena tidak lagi memberikan konsekuensi pada murid yang menyimpang, ketika dulu berperan sebagai pemantau dan memberi konsekuensi, saya merasa bersalah karena telah meberikan konsekuensi (saya berkesan, kalau saya jahat) tapi sekarang lebih tenang karena sudah memposisikan diri sebagai manajer yang hanya membantu murid yang menyimpang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan coaching untuk menyadarkan murid tentang kesalahan yang telah diperbuat sehingga murid sadar serta mencari solusi untuk memperbaiki kesalahannya tersebut dan tidak ingin mengulanginya kembali.
Selanjutnya selain penerapan pembelajaran yang berpihak pada murid (sesuai dengan kodrat alam dan zaman), pembuatan keyakinan kelas, penerapan segitiga restitusi dengan posisi kontrol sebagai manajer. Saya juga menerapkan budaya positif saat pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas, yaitu dengan pembacaan kata-kata motivasi di awal pembelajaran/pertengahan/akhir pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi eksternal murid, karena berdasarkan pengalaman serta testimoni dari murid, murid juga memerlukan motivasi eksternal untuk menumbuhkan motivasi internalnya. Selain itu saya juga sering memulai pembelajaran dengan ice breaking, terkadang juga ice breaking di tengah pembelajaran. Salah satu ice breaking yang berhubungan dengan menciptakan lingkungan positif yaitu dengan cara murid dipersilakan untuk menulis kalimat motivasi untuk temannya. Hal tersebut bertujuan untuk mempererat kekeluargaan/persahabatan mereka, ketika murid bersahabat dengan baik maka suasana di kelas atau di lingkungan sekolah akan lebih nyaman, lebih baik, dan lebih positif. Ketika lingkungan positif maka tujuan pendidikan lebih mudah digapai.
Dari materi yang telah saya pelajari serta penerapan konsep-konsep budaya positif yang telah saya lakukan tersebut, saya mencoba untuk mendiseminasikannya kepada rekan sejawat yang harapannya rekan sejawat saya mampu mengimplementasikannya juga di lingkungan sekolah sehingga budaya positif di sekolah saya tercipta dan konsisten. Alhamdulillah acara diseminasi dan berbagi praktik baik penerapan budaya posistif di sekolah telah dilaksanakan hari ini (Sabtu, 10 Agustus 2024).
Saya sangat bersyukur mengikuti program pendidikan guru penggerak ini, karena banyak pelajaran yang saya dapatkan sehingga saya bisa mengimplementasikannya di lingkungan sekolah, bahkan di kehidupan sehari-hari. Saya akan berusaha untuk tetrus konsisten menerapkan konsep-konsep budaya positif di sekolah.
Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pihak yang berpartisipasi kepala sekolah, guru/rekan sejawat/murid/ serta para pembaca, semoga pengalaman saya dalam menerapkan/mengimplementasikan budaya positif ini bisa bermanfaat untuk semua pihak, termasuk untuk diri saya sendiri.
Link youtube Diseminasi dan Berbagi Praktik Baik Penerapan Budaya Positif di Sekolah👇
Link Bahan Tayang Diseminasi👇
https://drive.google.com/file/d/1vSWp8eVDw4rCulDHiemguwo6qb74HMlS/view?usp=sharing
Link Daftar Hadir👇
https://drive.google.com/file/d/1rlGUub4zqQhq_VdNBsziXB8s45bAVxIZ/view?usp=sharing
Sampai berjumpa kembali di cerita blog berikutnya...😇
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 🙏
Penulis : Susi Susanti, S.Pd.





