Mengapa banyak orang takut ketika melihatku?
Aku tak gila, sekali lagi aku tak
gila. Aku hanya sedang meluapkan emosi yang ada dalam jiwaku, terlalu banyak
masalah, terlalu banyak amanah yang aku emban. Jadilah aku yang seperti
sekarang ini. Ini memang bukan aku yang dulu, ini adalah aku yang sekarang. Aku
dengan gaya yang berbeda, yang lebih berani untuk meluapkan emosi, yang lebih
berani untuk membagi ilmu kepada semua insan. Aku hanya ingin mereka semua
menjadi penghuni surga. Tapi mengapa mereka menganggapku aneh? Mengapa?
“Rohim, apa yang terjadi denganmu?
“Aku baik-baik saja, mengapa kau bertanya seperti itu Rahman?”
“Aku hanya khawatir padamu.”
Orang tua,
sahabat, teman-teman, bahkan orang yang tak kukenal pun khawatir terhadapku.
Mereka kenapa? Aku pikir merekalah yang aneh, bukan aku. Aku baik-baik saja,
tak ada yang aneh dengan sikapku, aku tak jahat, aku tak menggigit, aku juga
tak merepotkan mereka. Tapi mereka selalu mengatakan bahwa saat ini aku aneh,
aku berubah? Aku hanya ingin berbagi ilmu yang aku punya sebelum aku
meninggalkan dunia ini.
Umur orang tak ada
yang tahu, tapi aku bersiap-siap untuk menemui maut itu. Apakah itu salah? Aku
memang hampir putus asa dengan penyakit yang
aku derita, penyakit yang telah lama bersemayam dalam raga ini, penyakit yang
menunda karirku. Tapi aku berpikir kembali, bahwa yang harus kukejar adalah
akhirat, bukan dunia. Maka dari itu aku ingin memperbanyak amalan yang bisa
mengantarkanku ke pintu surga setelah nyawa ini dipanggil oleh-Nya.
Tingkahku yang
saat ini memang sedikit berbeda, aku mulai senang ceramah di facebook,
whatsapp, dan di dunia nyata. Tapi mengapa orang-orang mengatakan bahwa
psikologisku terganggu? Aku memang sering mengatakan bahwa “Anggap saja aku ini
adalah ustad Arifin Ilham” itu hanya candaan belaka, tapi mengapa mereka
menganggap serius? Mereka menyangka aku gila karena terobsesi ingin menjadi
pendakwah. Mereka berkata bahwa psikologisku terganggu gara-gara aku tak lolos
mengikuti Akademi Dakwah Papua (ADP). Haha...mereka itu ada-ada saja. Ada juga
yang mengatakan bahwa aku gila karena depresi akibat penyakit kanker otak yang
aku derita.
Sahabat-sahabatku merasa
sedih, tak bisa tidur, tidak tenang gara-gara melihat tingkahku yang kata
mereka sangat aneh. Banyak dari mereka yang memposting doa untukku di media
sosial pribadinya. Hal yang aneh memang, tapi aku terharu, begitu sayangnya
mereka padaku. Begitu pedulinya mereka padaku. Padahal diri ini hanya manusia
biasa yang tak luput dari dosa, tapi masih banyak yang menyayangiku. Aku sangat
bersyukur pada-Mu yang telah memberikan sahabat-sahabat terbaik untuk hamba
yang berlumur dosa ini. Suatu saat aku pasti kembali seperti dahulu, doakan
saja. Mungkin benar, saat ini aku sedang berada pada titik jenuh gara-gara
penyakit yang kuderita. Aku akui memang aku sedikit aneh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar