Tampilkan postingan dengan label Coret-Coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coret-Coret. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2021

Menghafal Al-Quran Tak Seperti Hitungan Matematika

Assalamu'alaikum... 

Maaf nih baru melanjutkan cerita setoran hafalanku 😊 

Maklumlah emak-emak dengan segudang kesibukan kadang malas untuk menulis 😊 

Yuu...kita lanjut ceritanya😊 


Pending jadwal setoran menghafal membuatku terlena untuk berleha-leha tanpa sibuk menghafal kalam-Mu. Seharusnya setoran hafalan berikutnya lebih banyak, namun nyatanya tidak seperti hitungan matematika. Tetap saja setoran jangka 2 hari sekali atau 4 hari sekali itu sama saja, karena pada kenyataannya bukan seberapa lama kesempatan kita untuk menghafal yang mempengaruhi jumlah hafalan kita, tapi seberapa kuat tekad kita untuk berjuang menghafal kalam-Nya. 

Setoran hafalan pertamaku pada tanggal 13 Oktober 2021, sedangkan setoran hafalan keduaku tanggal 18 Oktober 2021. Ku kira waktu selama itu akan banyak hafalan yang aku lantunkan pada sang ustadzah, nyatanya tidak seperti yang aku bayangkan. Ternyata semakin lama jarak menghafal terhadap jadwal setoran maka semakin banyak alasan untuk malas menghafal. Ah diriku ini memang harus banyak beristigfar. Astagfirullah... 

Dalam rentang waktu 4 hari itu aku hanya mampu menghafal 2 surat saja yaitu At-Takwir dan Al-Infitar. Entahlah otak ini yang tak mampu ekspres menghafal ataukah karena rasa malas yang selalu menghantui. Tapi menurutku rasa malaslah pemenangnya, dia hinggap menggerogoti jiwaku. 

Setoran hafalan selanjutnya yaitu tanggal 20 Oktober 2021. Aku menyetorkan hafalanku hanya 30 ayat surat Al-Mutaffifin, masih ada 6 ayat lagi yang tertinggal. Sudah kuhafalkan namun saat aku setorkan hafalan itu terbang melayang bersama hembusan angin sore itu. Akhirnya untuk setoran berikutnya aku harus mengulang surat Al-Mutaffifin dari ayat 1 hingga selesai ayat 36.

Tibalah saatnya setoran kembali tanggal 22 Oktober 2021. Hari ini aku hanya mampu menambah hafalan 6 ayat saja yaitu menggenapkan hafalan surat Al-Mutaffifin. Moodku sedang tidak bagus hingga membuat pikiranku tak karuan untuk menghafal. Sempat ingin menyerah untuk minta libur setoran hari ini, namun setelah kupikir ulang hal itu akan memperburuk semangatku. Maka ku urungkan niat itu, ku azzamkan dalam jiwa seberapapun hafalanku jika sudah waktunya aku setorkan, maka jangan ditunda, maju terus tanpa berniat untuk berleha sejenak. 

Dari hari ke hari aku selalu sibuk mencari motivasi untuk diri ini agar selalu semangat menghafal Al-Quran. Mulai dari nonton youtube tentang keutamaan menghafal Al-Quran, membeli speaker Quran agar bisa selalu mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an, serta membeli Al-Quran baru. Semoga usahaku itu bisa menjadi pondasi yang kuat untuk mencapai sebuah rumah Quran pada jiwaku. 

_Susanti Mopeneur_ 

22/10/21

#semangatmenghafal 
#30juz #susantimopeneur #semangathafizah

Sabtu, 16 Oktober 2021

Setoran Hafalan Pertemuan Kedua Dipending


Persiapan setoran hafalan hari kedua sungguh banyak godaan. Sudah niat mau fokus malah digangguin anak, malah kebayang setrikaan yang numpuk, cucian yang numpuk, dan ditambah rasa kantuk yang terus mengelus-ngelus mataku. 

Setoran hafalanku dapat jadwal 2 hari 1 kali oleh ustadzah. Sebenarnya ada waktu 2 hari untuk menghafal sebelum aku setorkan hafalan itu. Tapi bukannya benar-benar dimanfaatkan, yang ada malah berleha-leha karena menganggap masih banyak waktu untuk menghafal alias dinanti-nanti menghafalnya. Gx tahu kenapa perasaan selalu sibuk saja dengan urusan dunia. Hmmm bingung juga diriku ini gimana cara manage waktu yang benar. 

Sekarang baru hafal 2 surat yaitu At-Takwir dan Al-Infitar. Tapi belum begitu lancar masih terkadang ada yang melayang bersama angin. Mudah-mudahan nanti lancar saat setoran. Hari ini menghafalnya tidak bisa terlalu fokus karena hari ini aku ada jadwal berangkat ke Polres untuk memperpanjang SIM C aku yang akan berakhir hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 tepat di hari ulang tahunku yang ke 27 tahun. 

Setelah proses perpanjangan SIM selesai akupun pulang ke rumah dan mencoba murojaah hafalan yang akan aku setorkan bada Ashar. Sembari selonjoran aku mengistirahatkan otak yang sudah ngebul ini dengan mengelus-ngelus hp sambil ngintip-ngintip status WA orang lain. Ternyata ada status WA ustadzah muncul di barisan paling atas hingga akhirnya ku baca status beliau. Beliau menulis status sedang kurang sehat, dan akhirnya aku chat ustadzah untuk memastikan apakah bisa menerima setoran atau tidak. Sayangnya ustadzah tidak bisa menerima setoran karena sedang kurang enak badan. Aku doakan beliau semoga lekas sembuh. 

Ada rasa plong di dada karena tidak akan setoran, tapi sayang juga karena sudah menghafal tapi tidak setoran. Akupun berazam agar setoran berikutnya bisa lebih banyak surat yang aku hafalkan. Tapi pada kenyataannya gara-gara tidak setoran hari ini, eh hari berikutnya malah malas menghafal. Hmmm dasar si aku ini kembang-kempis terus semangatnya. Ya Allah mudahkan🤲 

Hati dan jiwa ini sepertinya masih sering tergoda bisikan setan yang selalu membuatku terlena dengan aktivitas dunia. Sungguh beruntung bagi teman-teman yang dipesantrenkan oleh orang tua. Semangat terus kawan sebelum menyesal seperti aku yang tidak mengambil sekolah berbasis pesantren. 


_Susanti Mopeneur_  

16/10/2021 

#susantimopener #semangathafizah

Rabu, 13 Oktober 2021

Apa itu Hijrah?


Hijrah? Ketika mendengar kata hijrah apa yang terbesit dalam pikiran sahabat? 

Hijrah merupakan perubahan suatu hal (perilaku/sifat) ke arah yang lebih baik. 😊 

Yang akan saya bahas adalah hijrah dalam bentuk perilaku kita sebagai insan ciptaan-Nya 😊 

Sahabat... Sudahkah merasa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari berikutnya? 

Coba ingat-ingat apa yang sahabat lakukan hari kemarin dan hari ini! 

Sudahkah hari ini lebih baik dari hari kemarin? Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin maka bersyukurlah😊, namun jika sebaliknya maka bertaubatlah 😊 

Bukankah hidup kita di dunia hanyalah sementara? Ada kehidupan kekal setelah kehidupan di dunia ini yaitu kehidupan akhirat yang selalu menanti dan selalu mendekat untuk menjemput semua insan yang hidup di dunia ini.  
Tentunya kita sebagai insan yang beriman terhadap kehidupan akhirat, maka sudah seharusnya kita berhijrah. 

Jika saat ini masih malas-malasan sholat, hijrahlah! 
Hijrah dengan cara tunaikan sholat minimal sholat wajib yang 5 waktu tak terabaikan, syukur kalau ditambah dengan sholat sunahnya. Karena sholat wajib adalah makanan pokok jiwa setiap insan, sedangkan sholat sunah adalah vitaminnya. 

Jika saat ini masih malas membaca Al-Quran, maka hijrahlah! 
Hijrah dengan cara dekati kalamnya, insya Allah jiwa akan lebih tenang bercengkrama dengan kalam-Nya yang bisa menjadi syafaat di yaumil akhir kelak.

Jika saat ini masih ada dendam terhadap orang yang melukai hatimu, maka hijrahlah! 
Hijrah dengan cara memaafkannya, karena dendam bukanlah hal yang harus dipelihara seperti binatang peliharaan. Memaafkan akan lebih menentramkan jiwamu, akan lebih membuat dirimu bahagia. 

Dan masih banyak lagi perilaku-perilaku kita sebagai manusia yang harus terus diperbaharui ke arah yang lebih baik setiap harinya.

Jangan lelah untuk berhijrah demi menggapai ridho-Nya 😊 

by _Susanti Mopeneur_ 

Edisi belajar menulis 😊🙏 
Tunggu tulisan berikutnya ya 😊 

#susantimopeneur #hijrah #belajarmenulis

Setoran Hafalan Pertemuan Pertama


Hari ini aku mau bercerita nih😊 

Mudah-mudah kisahku ini bisa menjadi motivasi untuk sahabat pembaca agar menata hidup menjadi selalu lebih baik dari hari ke hari berikutnya😊🤲 

Hari ini adalah hari yang mendebarkan dalam hidupku, kenapa coba???😳 

Karena hari ini adalah hari pertama aku akan memulai setoran hafalan Al-Quran. 

Kalau dilihat dari usiaku saat ini mungkin banyak orang yang bilang "Ah, sudah telat menghafal Al-Quran" tapi bagiku tidak ada kata telat untuk mencari ilmu, karena ilmu harus kita kejar hingga akhir hayat.

Dulu sudah pernah menghafal dan sudah hafal 1 juz, tapi sebagian besar musnah melayang entah kemana, sepertinya telah lenyap bersama pilunya hati yang tergores oleh celurit yang begitu tajam atau mungkin telah berbaur dengan dendam yang tak kunjung padam.

Sudahlah mungkin semuanya harus ku kubur dalam-dalam dan mulai saat ini akan ku buka lembaran baru dalam hidup ini.

Bismillah diusiaku saat ini yaitu 27 tahun, sudah bukan anak sekolah lagi, bahkan aku sudah mempunyai 1 anak yang sudah berusia 3 tahun. Namun hal itu tak menyurutkan semangatku untuk terus menambah ilmu terutama ilmu Al-Quran. 

Ada cita-cita besar yang entah itu akan bisa digapai atau tidak. Tapi setidaknya mimpi itu selalu terbayang dalam jiwa. 

Hafizah ya aku ingin meraihnya, ingin sekali hafal Al-Quran 30 juz, meski selalu banyak godaan yang menghalauku semoga saja aku bisa selalu istiqomah🤲 

Doakan aku ya sahabat, semoga Allah Ridha dengan mimpiku ini🤲 

Jreng...jreng...lanjut ya ceritanya 😊⬇️ 

Adzan ashar berkumandang, aku bergegas menghadap-Nya. Bukan semata menunaikan kewajiban dari sang pencipta, namun mengetuk ridha-Nya. Hingga akhirnya kewajiban tertunaikan dan langsung bersiap untuk memulai hidup baru dengan bermesraan bersama kalam-Nya.  

Tepat pukul 15.30 itu artinya aku harus bergegas mengetuk pintu rumah ustadzah. Dag dig dug der perasaanku tak karuan, bolak-balik tak tentu arah, bahkan buka pintupun bergetar serasa tak kuat kubuka tuas kunci pintu itu. Terlihat lebay memang tapi ya begitulah nyatanya. 

Kucoba beranikan diri menemui ustadzah yang usianya tak terlalu jauh denganku. Malu memang ku menghadapnya, namun mau sampai kapan jika malu itu terus dipelihara. Dengan gaya pecicilanku akhirnya aku mulai melafalkan setoran hafalanku. 

Dimulai dari surat An-Naba, ngos-ngosan benar setoran surat pertama itu, rasa malu ditambah grogi bercampur aduk hingga membuat ayat-ayat itu melayang tak karuan. Syukurnya dengan senyuman sang ustadzah yang penuh keikhlasan, rasa grogiku sedikit lenyap. Beliau membenarkan kalimat ayat-ayat yang salah beserta pelafalan berdasarkan ilmu tajwidnya, alhamdulillah ilmu tajwidku sedikit bertambah. Maklum aku hanya belajar tajwid otodidak jadi ya begini, masih sangat kurang ilmunya. 

Sang ustadzah itu bertanya padaku "Mau berapa surat setorannya?" Akupun menjawab dengan gaya pecicilanku, bahwa aku ingin setoran sampai surat apa saja semampuku, karena kadang yang sudah hafalpun tiba-tiba lenyap tanpa permisi. 

Akupun melanjutkan setoran surat An-Nazi'at, 'Abasa, dan At-Takwir. Alhamdulillah cukup lancar setoranku meskipun ada sedikit-sedikit yang lupa. Tapi....di surat At-Takwir banyak lupanya hingga aku menyerah untuk berhenti di pertengahan ayat dan izin untuk setoran ulang pada pertemuan berikutnya. Maklum waktu menghafal surat At-Takwir itu sepertinya hanya terbawa mimpi saja. Entahlah setiap kali aku berniat untuk menghafal, angin surga itu selalu menghampiriku hingga membuatku terkulai lemas menikmatinya. 

Selesai setoran hari pertama ini, kami pun bercengkrama membahas ini dan itu. Maklumlah ibu-ibu kalau sudah merasa klop ceritanya jadi kemana-mana. Alhamdulillah terima kasih untuk hari ini ustadzah😊🙏 doakan selalu agar diri ini selalu istiqomah menggenggam erat kalam-Nya dalam genggaman jiwa dan raga. 

13/11/2021 

by _Susanti Mopeneur_

#susantimopeneur
#semangathafizah 
#setoranhafalanharipertama

Sabtu, 06 Desember 2014

TERSENYUMLAH :)

Selamat pagi sahabat....,
Mana senyumnya...???
Senyum donk,... hari-harimu akan lebih indah ketika  diawali dengan sebuah senyuman.

Kamis, 27 November 2014

Pengaruh Bahasa Alay

   Bahasa Indonesia adalah bahasa induk negara Indonesia,  namun sekarang – sekarang ini bahasa  Indonesia telah terpengaruh oleh bahasa-bahasa gaul, atau sering disebut bahasa alay. Bahasa-bahasa alay itu telah merajalela di dunia remaja, semuanya berawal dari sinetron-sinetron yang telah di tonton. Memang bahasa Indonesia sekarang ini telah berkembang dengan bahasa alaynya yang sangat merusak EYD yang telah ditentukan.

Minggu, 23 November 2014

Tersenyumlah

Terkadang membuat orang lain bisa tersenyum adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa.
mengapa saya berkata seperti itu? karena membuat orang lain bahagia adalah suatu amal ibadah yang luar biasa, meskipun hanya dengan sebuah kekonyolan yang saya lakukan, saya tak peduli orang lain akan berkata apa, yang terpenting adalah di setiap hari-hari yang saya lewati harus ada yang tersenyum karena diri ini yang biasa :)

#jangan lelah untuk membuat sahabat-sahabatmu tersenyum bahagia karenamu  :)