Rabu, 13 Oktober 2021

Setoran Hafalan Pertemuan Pertama


Hari ini aku mau bercerita nih😊 

Mudah-mudah kisahku ini bisa menjadi motivasi untuk sahabat pembaca agar menata hidup menjadi selalu lebih baik dari hari ke hari berikutnya😊🤲 

Hari ini adalah hari yang mendebarkan dalam hidupku, kenapa coba???😳 

Karena hari ini adalah hari pertama aku akan memulai setoran hafalan Al-Quran. 

Kalau dilihat dari usiaku saat ini mungkin banyak orang yang bilang "Ah, sudah telat menghafal Al-Quran" tapi bagiku tidak ada kata telat untuk mencari ilmu, karena ilmu harus kita kejar hingga akhir hayat.

Dulu sudah pernah menghafal dan sudah hafal 1 juz, tapi sebagian besar musnah melayang entah kemana, sepertinya telah lenyap bersama pilunya hati yang tergores oleh celurit yang begitu tajam atau mungkin telah berbaur dengan dendam yang tak kunjung padam.

Sudahlah mungkin semuanya harus ku kubur dalam-dalam dan mulai saat ini akan ku buka lembaran baru dalam hidup ini.

Bismillah diusiaku saat ini yaitu 27 tahun, sudah bukan anak sekolah lagi, bahkan aku sudah mempunyai 1 anak yang sudah berusia 3 tahun. Namun hal itu tak menyurutkan semangatku untuk terus menambah ilmu terutama ilmu Al-Quran. 

Ada cita-cita besar yang entah itu akan bisa digapai atau tidak. Tapi setidaknya mimpi itu selalu terbayang dalam jiwa. 

Hafizah ya aku ingin meraihnya, ingin sekali hafal Al-Quran 30 juz, meski selalu banyak godaan yang menghalauku semoga saja aku bisa selalu istiqomah🤲 

Doakan aku ya sahabat, semoga Allah Ridha dengan mimpiku ini🤲 

Jreng...jreng...lanjut ya ceritanya 😊⬇️ 

Adzan ashar berkumandang, aku bergegas menghadap-Nya. Bukan semata menunaikan kewajiban dari sang pencipta, namun mengetuk ridha-Nya. Hingga akhirnya kewajiban tertunaikan dan langsung bersiap untuk memulai hidup baru dengan bermesraan bersama kalam-Nya.  

Tepat pukul 15.30 itu artinya aku harus bergegas mengetuk pintu rumah ustadzah. Dag dig dug der perasaanku tak karuan, bolak-balik tak tentu arah, bahkan buka pintupun bergetar serasa tak kuat kubuka tuas kunci pintu itu. Terlihat lebay memang tapi ya begitulah nyatanya. 

Kucoba beranikan diri menemui ustadzah yang usianya tak terlalu jauh denganku. Malu memang ku menghadapnya, namun mau sampai kapan jika malu itu terus dipelihara. Dengan gaya pecicilanku akhirnya aku mulai melafalkan setoran hafalanku. 

Dimulai dari surat An-Naba, ngos-ngosan benar setoran surat pertama itu, rasa malu ditambah grogi bercampur aduk hingga membuat ayat-ayat itu melayang tak karuan. Syukurnya dengan senyuman sang ustadzah yang penuh keikhlasan, rasa grogiku sedikit lenyap. Beliau membenarkan kalimat ayat-ayat yang salah beserta pelafalan berdasarkan ilmu tajwidnya, alhamdulillah ilmu tajwidku sedikit bertambah. Maklum aku hanya belajar tajwid otodidak jadi ya begini, masih sangat kurang ilmunya. 

Sang ustadzah itu bertanya padaku "Mau berapa surat setorannya?" Akupun menjawab dengan gaya pecicilanku, bahwa aku ingin setoran sampai surat apa saja semampuku, karena kadang yang sudah hafalpun tiba-tiba lenyap tanpa permisi. 

Akupun melanjutkan setoran surat An-Nazi'at, 'Abasa, dan At-Takwir. Alhamdulillah cukup lancar setoranku meskipun ada sedikit-sedikit yang lupa. Tapi....di surat At-Takwir banyak lupanya hingga aku menyerah untuk berhenti di pertengahan ayat dan izin untuk setoran ulang pada pertemuan berikutnya. Maklum waktu menghafal surat At-Takwir itu sepertinya hanya terbawa mimpi saja. Entahlah setiap kali aku berniat untuk menghafal, angin surga itu selalu menghampiriku hingga membuatku terkulai lemas menikmatinya. 

Selesai setoran hari pertama ini, kami pun bercengkrama membahas ini dan itu. Maklumlah ibu-ibu kalau sudah merasa klop ceritanya jadi kemana-mana. Alhamdulillah terima kasih untuk hari ini ustadzah😊🙏 doakan selalu agar diri ini selalu istiqomah menggenggam erat kalam-Nya dalam genggaman jiwa dan raga. 

13/11/2021 

by _Susanti Mopeneur_

#susantimopeneur
#semangathafizah 
#setoranhafalanharipertama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar