Kamis, 27 November 2014

Pengaruh Bahasa Alay

   Bahasa Indonesia adalah bahasa induk negara Indonesia,  namun sekarang – sekarang ini bahasa  Indonesia telah terpengaruh oleh bahasa-bahasa gaul, atau sering disebut bahasa alay. Bahasa-bahasa alay itu telah merajalela di dunia remaja, semuanya berawal dari sinetron-sinetron yang telah di tonton. Memang bahasa Indonesia sekarang ini telah berkembang dengan bahasa alaynya yang sangat merusak EYD yang telah ditentukan.
   Ironi sekali istilah-istilah bahasa alay yang telah meracuni remaja Indonesia, bahasa alay telah menjadi kebiasaan atau gaya hidup sekelompok anak muda Indonesia. Sering kita mendengar bahasa-bahasa yang aneh, yang keluar dari mulut anak-anak muda zaman sekarang, misalnya banget menjadi bingit, kali menjadi keles, ataupun emang benar menjadi ember dll.
    Yang menjadikan saya prihatin yaitu ketika bahasa-bahasa alay menjadi bahasa tulisan di jejaring sosial, seperti facebook, twitter dll. Karena menurut mereka bahasa alay sudah lumrah di ucapkan. Hal ini tidak menjadi masalah kalau hanya sebatas percakapan, tapi akan menjadi bahaya kalau sudah menjadi tulisan, karena pengaruhnya begitu besar kepada perkembangan bahasa Indonesia.
   Adapun pengaruh bahasa alay terhadap perkembangan bahasa Indonesia yaitu Bahasa Indonesia mulai tenggelam oleh bahasa alay, anak remaja lebih mengenal bahasa alay dari pada bahasa Indonesia. Seharusnya sinetron-sinetron tidak menyajikan bahasa-bahasa alay.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar