Jumat, 25 November 2016

CONTOH BAHAN AJAR (TUGAS KULIAH)

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan bahan ajar ini dengan judul “Menulis Teks Hasil Observasi”. Shalawat serta salam semoga selalu terlimpah curahkan pada Nabi pembawa revolusi islam yakni Nabi Muhamad SAW.

Bahan ajar ini dibuat untuk menyelesaikan salah satu tugas dari Bapak Ending Jahrudin, Drs., M.Pd. Selaku dosen mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar.


Penulis menyadari bahwa bahan ajar ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan bahan ajar ini.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam proses pembuatan bahan ajar ini, sehingga bahan ajar ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Semoga dengan adanya penyusunan bahan ajar ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.



Ciamis, 26 Desember 2015


Susi Susanti


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................    i
DAFTAR ISI..........................................................    ii
Kompetensi Inti................................................    1
Kompetensi Dasar.............................................    1
Indikator..........................................................    1
Tujuan.............................................................    1

PEMBAHASAN.......................................................    
A.    Pengertian Observasi....................................    2
B.    Ciri-Ciri Observasi.........................................    2
C.    Langkah-langkah observasi............................    2
D.   Membuat Kerangka Hasil Observasi................    3
E.    Menyusun Teks Hasil Observasi......................    4
F.    Struktur Teks Hasil Observasi.........................    4
G.   Contoh Teks hasil Observasi..........................    5
H.   Latihan........................................................    7
I.     Penilaian.....................................................   11

DAFTAR PUSTAKA.................................................   12
Biodata Penulis.....................................................   13
 Kompetensi Inti
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Kompetensi Dasar
4.2 Menyusun teks hasil observasi sesuai dengan karakteristik teks yang akan         dibuat  baik secara lisan maupun tulisan.
Indikator
1.    Siswa mampu menulis kerangka teks hasil observasi.
2.    Siswa mampu mengembangkan kerangka  teks hasil observasi.
3.    Siswa mampu menyusun teks hasil observasi secara utuh.

Tujuan

1.    Siswa mampu menuliskan kerangka teks hasil observasi dari hasil pengamatan.
2.    Siswa mampu mengembangkan kerangka teks hasil observasi melalui pencarian bahan dari berbagai sumber.
3.    Siswa mampu menyusun teks hasil observasi dari hasil pengembangan krangka-kerangka teks yang sebelumnya dibuat menjadi sebuah teks observasi yang sempurna.


A. Pengertian Observasi

Kegiatan observasi atau pengamatan pada dasarnya merupakan kegiatan sehari-hari yang sering kamu lakukan. Akan tetapi tidak semua kegiatan yang diamati disebut observasi. Observasi harus dilakukan secara sengaja, runtut, sesuai dengan aspek- aspek tertentu, dan berdasarkan tujuan yang jelas. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, observasi adalah peninjauan secara cermat. Observasi adalah kegiatan pengamatan terhadap keadaan, objek, dan peristiwa yang akan diteliti. Adapun orang yang melakukan observasi disebut observer dan objek pengamatan yang akan diobservasi disebut observee.

B. Ciri- ciri Observasi

Observasi atau pengamatan memiliki kriteria atau ciri- ciri tertentu seperti berikut :
a)   Observasi direncanakan secara runtut.
b)   Data kegiatan observasi bersifat meyakinkan.
c)    Teks hasil observasi dapat dicek atau dibuktikan kebenarannya.
d)   Teks hasil observasi disusun dengan bahasa yang jelas, tidak berbelit- belit, dan mudah dipahami.
e)   Bentuk, isi, dan gaya penulisan observasi disesuaikan dengan jenis serta tujuannya.

C. Langkah-langkah Observasi

a)   Menentukan tujuan dan fungsi observasi.
b)   Mencatat data yang diperlukan dan menyesuaikannya sesuai dengan fungsi atau tujuan.
c)    Melakukan survei tempat dan melanjutkan observasi.
d)   Menemui narasumber untuk wawancara sebagai bukti penguat dan sumber acuan (referensi).
e)   Mencatat hasil observasi.

Untuk mencapai hasil observasi yang baik, seorang pengamat hendaknya memperhatikan prinsp-prinsip pengamatan berikut:
a)   Pengamatan sebagai suatu cara pengumpulan data harus  dilakukan secara cermat, jujur, bertanggung jawab terhadap permasalahan, objektif, dan terfokus kepada objek yang akan diteliti.
b)   Dalam menentukan objek yang hendak diamati, pengamatan akan menjadi sulit dan hasilnya tidak teliti.
c)    Sebelum pengamatan dlaksanakan, pengamat sebaiknya menentukan cara dan langkah-langkah (prosedur) pengamatan.
d)   Agar pengamatan lancar, pengamat perlu memahami hal-hal yang hendak dicatat dan membuat catatan atas hasil pengamatan yang terkumpul.


D.  Membuat Kerangka Hasil Observasi

Agar hasil pengamatan dapat disampaikan dengan teratur, perlu dibuat kerangka. Kerangka teks hasil  observasi disusun berdasarkan data catatan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kerangka teks hasil observasi ditulis dengan kalimat singkat dan padat. Kerangka tersebut harus berpedoman pada struktur teks hasil observasi, baik tertulis maupun lisan.




E.  Menyusun Teks Hasil Observasi

Kerangka hasil observasi dapat dikembangkan menjadi teks hasil observasi utuh. Dalam kerangka teks hasil observasi terdapat ide pokok disetiap bagian teks hasil observasi. Ide pokok adalah ide utama yang ada dalam sebuah paragraf. Ide pokok termuat dalam sebuah kalimat utama.
Menyusun teks hasil observasi berbeda dengan menulis artikel atau kegiatan lainnya. Menyusun teks hasil observasi pada prinsipnya menyusun kembali hasil kegiatan, pengamatan, atau penelitian secara runtut berdasarkan fakta.
   
F.  Struktur Teks Hasil Observasi
1.  Definisi Umum
Berisi tentang pengertian atau konsep dasar dari apa yang diobservasi atau topik yang diangkat.Misalnya teks observasi kebersihan lingkungan, berarti kita harus menjabarkan terlebih dahulu tentang definisi atau konsep kebersihan lingkungan secara umum. Kita bisa memberikan pernyataan atau apa yang kita percayai sebagai prinsip kita dalam kebersihan lingkungan.
2.    Deskripsi Bagian
Berisi tentang bagian bagian yang lebih rinci tentang konsep atau isi dari topik yang dijadikan laporan.
3.    Deskripsi Manfaat
Berisikan tentang manfaat dari objek observasi atau manfaat apa yang bisa diambil dari proses observasi yang telah dilakukan.

Sebuah teks hasil observasi yang baik memuat bagian-bagian penting. Bagian-bagian penting tersebut adalah:
a)   Orang yang membuat laporan (pelapor).
b)   Hal yang diamati.
c)    Waktu pengamatan.
d)   Tempat pengamatan.
e)   Tujuan pengamatan.
f)     Hasil pengamatan.
g)   Simpulan



G. Contoh Teks Hasil Observasi
Text Box: Perhatikan contoh teks laporan di bawah ini!
 




Laporan Hasil Observasi Kehijauan Alam Lingkungan Desa Subur Makmur

Pelapor : Kemilau Kartini
Objek yang diamati : Kehijauan alami lingkungan
Waktu Pengamatan : Jumat-Sabtu, 23-24 Oktober 2015.
Tempat pengamatan : Desa Subur Makmur
Tujuan Pengamatan : Mengetahui kondisi kehijauan alam dan bagaimana warga menjaga kehijauan alam di lingkungan tempat tinggal mereka
          Kehijauan alam adalah suatu tanda kesuburan tanah. Selain indah dipandang mata, kehijauan alam yang ditandai dengan masih lestarinya tanaman-tanaman juga dapat menambah produksi gas oksigen untuk lingkungan sehingga udara menjadi bersih dan segar.
Kondisi kehijauan alam di desa Subur Makmur agak memprihantinkan. Meskipun belum masuk dalam wilayah kota, namun sudah banyak gedung-gedung ruko tempat warga berdagang yang pembangunannya mengambil lahan hijau. Hal tersebut menyebabkan udara menjadi lebih panas. Kurangnya pohon-pohon rindang juga turut menjadi faktor menurunnya kualitas udara dan lingkungan di desa tersebut. Sudah jarang kami temui taman-taman yang hijau yang dulu nya menjadi area bermain anak-anak. Lahan tersebut kini sudah berganti menjadi pasar. Mayoritas warga desa Subur Makmur adalah para pedagang. Sampah-sampah yang berserakan di sekitar pasar juga cukup mengganggu penciuman hidung dan pemandangan mata. Petugas kebersihan juga tampak sangat sedikit sehingga sampah-sampah tersebut tidak teratasi secara maksimal dan kurangnya kesadaran para pedagang serta warga untuk menjaga kebersihan juga memperparah kondisi. Tanaman-tanaman yang disumbang oleh pemerintah kota juga nampaknya tidak dirawat dengan baik. Banyak yang layu dan mati karena tidak pernah disirami air. Setalah melakukan observasi ini, hasil nya akan dilaporkan kepada pihak pemerintah/instansi terkait untuk ditindaklanjuti dan diberi solusi untuk ke depannya.
Kehijauan alam lingkungan dapat membantu mengurangi efek rumah kaca. Dampak hari kehijauan lingkungan juga banyak bagi kemaslahatan umat manusa di bumi, terutama kebebasan dan kesegaran paru-paru kita dalam menghiup udara dari luar. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kehijauan alam, yaitu mengurangi sampah rumah tangga, mendaur ulang sampah, menghemat penggunaan air, melakukan penghijauan dengan menanam pohon dan merawatnya dengan baik, mengurangi penggunaan pendingin ruangan, tidak menebang pohon atau memetik tanaman secara sembarangan, menanam pohon atau tanaman di setiap rumah, mengurangi penggunaan kantong plastic yang sulit di daur ulang, dan menciptakan kesadaran diri akan pentingnya menjaga kehijauan alam agar aksi tersebut dapat berjalan secara kontinu.Dalam teks hasil observasi di atas,  terdapat kalimat yang dicetak miring. Kalimat yang dicetak miring itu adalah kalimat utama, yaitu kalimat yang berisi ide pokok.

H. Latihan
Setelah melihat contoh di atas, tentunya ada gambaran bagaimana menyusun teks hasil observasi.
Tugas 1
1.    Silahkan amati lingkungan disekitar ruangan kelas yang sedang kalian tempati!
2.    Catat secara deskripsi apa saja yang kalian dapat dari hasil mengamati lingkungan sekitar ruangan kelas.

a)   Deskripsi  1

 






b)   Deskripsi 2

 






c)    Deskripsi 3

 









Tugas 2
Setelah menuliskan deskripsi-deskripsi yang kalian amati, maka susunlah kerangka teks observasi dengan menggunakan ide pokok tiap paragraf.

a)   Ide pokok paragraf 1

 



b)   Ide pokok paragraf 2

 



c)    Ide pokok paragraf 3

 












Tugas 3

Kembangkan ide pokok-ide pokok yang sudah ditulis menjadi sebuah paragraf yang kompleks! Bisa mencari bahan dari berbagai sumber.
a)   Paragraf 1

 









b)   Pragraf 2

 









c)    Paragraf 3

 










Tugas 4

Cek kembali paragraf-paragraf yang sudah dibuat, selanjutnya tulis kembali paragraf-paragraf tersebut menjadi sebuah teks observasi yang sempurna yang sesuai dengan struktur dan karakteristik teks hasil observasi!

 JUDUL

 


Pelapor
Objek yang diamati
Waktu Pengamatan
Tempat pengamatan
Tujuan Pengamatan
Definisi Umum

 








Deskripsi Bagian

 








Deskripsi Manfaat

 









I.     Penilaian
NO
ASPEK YANG DINILAI
SKOR
1
Kelengkapan isi

2
Kebahasaan









Daftar Pustaka

Anonim. 2015. Definisi dan Cotoh Teks Laporan Hassil Observasi Lingkungan. Diakses pada tanggal 3 Desember 2015.

Azzahra, Tata. 2014. Ilmu Sumber Pengetahuan. Diakses pada tanggal 3 Desember 2015.

Zabadi, Fairul., Sutejo., Mu'jizah., dan Dad Murniah. 2014. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.







Biodata Penulis


S Susanti dengan nama asli Susi Susanti lahir di Cilacap, 16 Oktober 1994, Menyelesaikan studi di SDN Tambaksari 01 pada tahun 2007. SMP Anak Soleh Wanareja pada tahun 2010. SMA N 1 Majenang pada tahun 2013. Saat ini penulis menempuh studi di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Galuh Ciamis. Penulis bergiat di UKM Teater Tangtu Tilu Universitas Galuh Ciamis, UKM LDKRM Universitas Galuh Ciamis dan Forum Aktif  Menulis (FAM). Karya yang telah dipublikasikan : Puisi “Rembulan Bermata Empat” dalam  buku  antologi puisi Sajak Sepanjang Waktu pada tahun 2014 dan buku kumpulan puisi Nada-Nada Langit pada tahun 2014. Prestasi dalam bidang kepenulisan : Lolos sebagai kontributor buku dengan karya Puisi “Bayang Masa Lalu” pada event Orang Ketiga yang diselenggarakan oleh penerbit Rasselea Publisher pada tahun 2015, cerpen “Tiga Pelangi” pada event Inspirasi Remaja Masa Kini yang diselenggarakan oleh penerbit  Naifa Publishing pada tahun 2015, cerpen “Album Cinta Dosen Cantik” pada event Cinta Tak Terbalas yang diselenggarakan oleh penerbit Nerin Media pada tahun 2015 dan cerpen “Bunglon Berhijab” pada event Nasional Lomba Menulis Cerita Pendek True Story ‘Perjalanan Hijabku’ yang diselenggarakan oleh CV. Gema Metamorfosa dan Gema Leadership Training Center  pada tahun 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar