Minggu, 25 Januari 2015

CAHAYA HIJAB RIANI




          Suatu hari di kampus Universitas Galuh Ciamis ada sebuah acara perlombaan yang diselenggarakan oleh salah satu prodi di kampus tersebut. Adapun macam-macam perlombaan yang diselenggarakan antara lain: Lomba musikalisasi puisi, lomba vocal grup, desain grafis dan lomba menulis cerpen . Lomba tersebut di ikuti oleh seluruh mahasiswa prodi itu, dengan ketentuan perlombaan tiap kelas harus ikut berpartisipasi dalam perlombaan itu, ada yang berbentuk kelompok ataupun perorangan yang penting setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk mengikuti setiap perlombaan yang diselenggarakan oleh prodi.

“Guys, untuk perlombaan musikalisasi puisi dan vocal grup besok, kita ngambil konsep tradisional khas sunda ya, konsepnya cewek pake kebaya dan jarit , cowok pake baju hitam dan celana hitam. Nah, untuk cewek jadi gx usah pake kerudung. Gimana setuju gx?? ”. (Kata Jesika memecah keheningan kelas).
“Setujuuu...” (sorak teman-teman satu kelas).
“Pake kerudung aja..”. (Riani mengelak usulan Jesika).
“Ya ampun..., Riani, kita itu besok pake kebaya masa harus pake kerudung, ya gx cantik atuh...”.
“Astagfirulloh....Jesika. Pakai kerudung juga tetap cantik ko, kan sudah seharusnya perempuan itu memakai kerudung, karena itu kewajiban seorang muslimah. (Bantah Riani, dengan nada rendah).
“Yaellaahh... hanya untuk event ini aja, kompak donk.. yang lain juga pada setuju”. (Bentak Jesika).
“Ya sudah, kalau tetap harus melepas kerudung saya tidak ikutan untuk lomba musikalisasi puisi dan vocal grup. Saya ikut lomba yang lain saja”.
“Ya udah..sok mau ikut lomba apa?”
“Lomba menulis cerpen saja”
“Hahaaa... memangnya kamu bisa menulis cerpen?”
“Insya Allah..” (Riani tersenyum).
            Percakapanpun berakhir dengan keputusan Riani tidak diikutsertakan dalam perlombaan musikalisasi puisi dan vocal grup. Ia hanya ikut serta dalam perlombaan menulis cerpen, dikarenakan Riani tidak mau kalau harus menaggalkan kerudungnya hanya demi sebuah event. Riani lebih takut dengan laknat Allah jika harus menanggalkan kerudungnya, karena sesungguhnya wanita itu diwajibkan untuk menutup auratnya.

**
            Tiba saatnya untuk pengumuman pemenang lomba yang dilaksanakan antar kelas itu, dan ternyata perlombaan yang dimenangkan oleh kelas Riani yaitu kelas 2A hanyalah lomba menulis cerpen yang tidak lain penulis cerpen tersebut adalah Riani.
“Rin, loe hebat juga yah, bisa menjadi juara satu dalam penulisan cerpen, selamat ya...kami bangga atas kemenanganmu, karena kemenanganmu adalah kemenangan kelas juga”. (Kata salah seorang teman sekelasnya).
“Makasih... alhamdulillah allah memberikan kepercayaan terhadap saya, mungkin ini sebuah hadiah untuk saya, karena saya tetap mempertahankan untuk tidak menanggalkan hijab saya hanya demi event ini”. (Jawab Riani dengan senyuman).
“Haalaaah... itu Cuma kebetulan saja”.( Jesika mengelak).
“hmm”. (Riani tersenyum.)
“Tapi sepertinya itu memang benar-benar hadiah dari Allah untuk Riani, karena dia mampu mempertahankan prinsipnya memakai hijab, aku salut sama kamu Riani”. (Ujar teman sekelasnya).
“Heee... alhamdulillah terimakasih sahabatku”. (Jawab Riani dengan senyuman).
“Sudahlah tidak usah dibahas lagi, tidak penting”. (Ujar Jesika).
            Akhirnya perbincangan itu berakhir dengan kebahagiaan yang terpancar pada raut wajah Riani karena ia dapat membuktikan bahwa dengan berhijabpun ia bisa berprestasi dalam bidang kreatifitas menulis cerpen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar