Sabtu, 30 Mei 2015

ALBUM CINTA DOSEN CANTIK


          Pagi yang mencekam dikarenakan hujan yang begitu deras diiringi petir yang saling berlomba memancarkan cahaya kilat, sungguh begitu mencekam dengan awan yang menyeramkan, hitam kelam yang tak sedikitpun memancarkan aura keindahannya. Hari ini adalah hari dimana seluruh mahasiswa semester dua jurusan “Sastra Indonesia”  meluncurkan buku antologi puisi, kalau bahasa kerennya sih launching buku, Ceileeh gaya banget ya? Maklum di jurusan Sastra Indonesia ada tradisi launching buku, itu dilakukan agar mahasiswa mempunyai karya sebagai bukti bahwa mahasiswa itu produktif. Dalam acara launching buku ini ada beberapa hiburan yang dipersembahkan oleh mahasiswa, diantaranya pembacaan puisi, musikalisasi puisi dan teaterikal. Meskipun cuaca diluar tak mendukung, akan tetapi acara ini berlangsung dengan meriah, karena acara dilaksanakan di dalam ruangan, jadi cuaca buruk tak menjadi penghalang.
“Selamat pagi..mahasiswa yang luar biasa....” Seorang dosen cantik memberikan sapaan hangat sebagai pembawa acara.
          “Luar biasa..cantiknya.” Radit melongo melihat dosen cantik itu.
          “Hey..Radit biasa aja kalliii.” Ujar Sinta sambil menepuk pundaknya.
“Sin, sepertinya aku pernah lihat dosen cantik itu dimana ya kira-kira?”
“Ah, kamu gimana sih, dia kan yang pernah diperkenalkan oleh ketua program studi, waktu kita ospek.”
“Oh iya benar waktu kita ospek, hahaa aku udah pikun nih. Tapi namanya siapa ya?       Aku lupa hehhee.
          “Namanya ibu Rosalinda, dia belum nikah loh..”
“Bagus lah kalau belum nikah, jadi masih ada kesempatan untuk dekatin dia”
“Gx usah mimpi Radit.., mana mungkin dosen secantik dia suka sama kamu, dia itu  pasti mencari seseorang yang strata pendidikannya lebih tinggi dari dia atau  setidaknya sama lah dengan dia, bukan seorang mahasiswa kaya kamu ha ha ha.”
          “Ah, liat saja nanti, aku pasti bisa mendapatkannya.”

***
          Semenjak hari itu, Radit selalu memperhatikan setiap gerak-gerik dosen cantik itu yang tak lain mempunyai nama yang indah yaitu Rosalinda, disetiap ada kesempatan melihat wajahnya yang cantik dan menawan, Radit tak pernah lupa untuk mengabadikan wajahnya dalam sebuah foto. Sehingga foto-foto Rosalinda yang Radit dapatkan dibingkai dalam sebuah album foto nan cantik. Radit sadar kalau saat itu Rosalinda tak mengenalinya, karena sosok Radit bukanlah mahasiswa yang suka eksis ketika ada agenda acara yang diselenggarakan oleh pengurus-pengurus program studi, tapi ia yakin bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi seseorang yang terkenal karena prestasinya. Maka dari itu ia bertekad untuk menjadi seorang penulis profesional agar ia dapat mengubah dunia dan menjadi terkenal diberbagai belahan dunia.

***
          Tekadnya yang kuat untuk menjadi seorang penulis dibuktikannya dengan selalu rajin menulis disetiap ada kesempatan. Tulisan yang ia tulis terklasifikasi kedalam berbagai karya seperti: artikel, puisi, cerpen dan novel. Buah dari ketekunannya dalam bidang tulis menulis, kini Radit terkenal dengan berbagai karya tulisan yang ia hasilkan, kini nama Radit sudah tak asing lagi dikalangan mahasiswa ataupun dosen, bahkan seantero duniapun tahu bahwa Radit adalah seorang penulis terkenal, termasuk Rosalindapun tahu akan hal itu.

***
          Hari ini adalah hari ulang tahun Rosalinda seorang dosen cantik nan menawan itu, Radit merasa bimbang haruskah ia memberi sebuah kejutan ulang tahun atau hanya memberikan sebuah kado, atau tidak usah sama sekali. Ada kecemasan dalam dirinya ketika ia memberikan sebuah kado lalu kado itu dibuang begitu saja atau mungkin tidak diterima sama sekali. Berpikir dan terus berpikir hingga akhirnya ia menemukan solusi yang cukup cemerlang. Solusinya adalah ia akan berpura-pura menjadi seorang petugas pengantar paket untuk memberikan kado yang sudah ia siapkan untuk dosen cantik itu.
          “Selamat pagi Bu”
          “Selamat pagi”
          “Apa benar ini ibu Rosalinda?”
          “Iya benar.”
          “Maaf Bu, ini ada kiriman paket untuk ibu.”
          “Paket dari siapa ya mas?”
          “Maaf bu, pengirim meminta saya untuk merahasiakan namanya.”
          “Oh ya sudah tak apa, terimakasih ya.”
          “Iya bu, sama-sama.”
          Tanpa basa-basi Radit langsung pamit utuk melanjutkan tugas sebagai tukang pengantar paket (Padahal hanya pura-pura). Dari kejauhan Radit memperhatikan Rosalinda yang sedang membuka kado yang telah diterimanya. Terlihatlah wajah Rosalinda terheran-heran dengan kado yang ia terima, kado itu berisi sebuah album foto dirinya dengan berbagai pose-pose natural namun tetap cantik, di dalam bingkisan kado tersebut juga terselip sepucuk surat yang berisi sebuah puisi.

Pesonamu

Kau adalah bintang yang hadir disaat malam tiba
Kau adalah pelangi yang hadir setelah hujan
Kau adalah cahaya yang hadir setelah gelap
Kau indah
Kau menawan bak bunga mawar yang merekah
Kau adalah cinta
Kau adalah idaman
Tunggu aku untuk menjemputmu
Dalam balutan ijab halalku
          Ciamis, 15 April 2014

                                                                      
                                                            “Seseorang yang mencintaimu”


***
          2 tahun sudah aku memperhatikan dosen cantik itu, mungkin kini tiba saatnya memberanikan diri untuk menyatakan cinta kepadanya, bukan hanya sekedar menyatakan cinta, tapi lebih dari itu. Apa maksudnya? Ya, aku akan melamarnya. Meskipun aku masih kuliah, tapi aku punya pekerjaan karena meneruskan perusahaan orang tua, ditambah dengan penghasilan dari bidang tulis menulis. Dengan hati yang gugup dan was-was karena takut tak diterima, aku mencoba tenang dan langsung menemui dosen cantik itu yang sedang berada di ruangan santai untuk para dosen.
          “Permisi, boleh saya masuk?”
“Iya, silahkan masuk, mau bertemu dengan siapa?” Tanya dosen cantik itu
          “Mau bertemu dengan ibu Rosalinda.” Sambil tersenyum
          “Dengan saya? Ada perlu apa?” Tanyanya heran
“Saya mau menyatakan sebuah pengakuan terhadap ibu Rosalinda.”
          “Pengakuan?Mengenai apa?”
“Sebenarnya yang dulu memberikan paket yang berisi album foto adalah saya, dan  yang menjadi tukang pengantar paket adalah saya sendiri, saya menyamar menjadi tukang pengantar paket agar ibu tidak mengenali saya sebagai mahasiswa ibu, saya sudah memperhatikan ibu sejak lama, saya sangat mencintai ibu, bersediakah ibu dosen yang cantik ini menikah denganku?” Sambil memberikan cincin.
“Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih atas pemberian album fotonya, tapi saya mohon maaf, saya tidak bisa menerima Anda, saya sudah ada yang menghkhitbah, bulan depan saya akan melangsungkan pernikahan dengan seorang pria yang sangat saya cintai, yaitu bapak Rizal seorang dosen di universitas ini juga.”
Tanpa kata aku pergi dari ruangan dosen itu, tak kuat menahan rasa sakit hati ini, banyak yang bilang seorang laki-laki tak boleh cengeng tapi ini bukan masalah cengeng. Ini terlalu sakit untuk dirasakan, sekian tahun menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cinta kepada dosen cantik itu, tapi kini hatiku telah hancur. Dosen cantik itu ternyata akan segera menikah. Dosen cantik itu menolak cintaku yang telah lama ku pendam baik-baik didalam hati yang paling dalam. Sekarang aku hanya bisa berharap, semoga album foto yang telah kuberikan saat ia ulang tahun  itu masih tersimpan sebagai album cinta dariku.
         

Ciamis, 29 februari 2015
           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar