Namaku Susi. Aku mempunyai tiga
orang sahabat. Persahabatan kita sering disebut dengan nama SSKB, nama SSKB
adalah singkatan dari Susi, Selpi, Keuis, dan Bella. Kita adalah empat sahabat
yang selalu bersama, kita kuliah di
program pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di sebuah universitas yang
berada di Ciamis. Kita memiliki karakter yang berbeda-beda. Aku sendiri
memiliki karakter dewasa tapi mudah tersinggung, Selpi memiliki karakter
centil, Keuis memiliki karakter kekanak-kanakan dan Bella terkadang dewasa
namun sedikit manja. Tiga orang sahabatku sangat gemar sekali dengan yang
namanya pacaran, namun berbeda dengan aku, aku paling anti yang namanya pacaran
karena aku takut saat harus merasakan sakit hati ketika putus cinta dan ada
alasan lain yang menyebabkan aku tidak mau pacaran yaitu aku sangat percaya dengan sebuah ayat al-qur’an yang
kurang lebih berbunyi “Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan
sebaliknya”
maka dari itu aku tidak mau pacaran dengan alasan lain ingin
mempunyai suami yang tidak hobi pacaran juga. Setiap kali aku berkumpul bersama
dengan sahabat-sahabatku selalu saja masalah pacar yang dibahas, sampai-sampai
aku merasa risih dengan obrolan-obrolan yang aku anggap tidak penting dan hanya
membuat iman semakin melemah saja. Indahnya cerita pacaran sahabat-sahabatku
sesekali membuat goyah benteng keimananan hati ini. Namun, sayangnya
sahabat-sahabat aku itu tidak mengerti apa yang aku rasakan ketika aku sedang
bersama mereka, malahan mereka selalu saja menghasut agar aku segera mempunyai
pacar. Prinsipku yang ingin langsung nikah saja tanpa pacaran ditentang oleh
sahabat-sahabatku, karena mereka berpendapat bahwa pacaran adalah awal dari
perkenalan terhadap calon suami, padahal belum tentu yang sekarang menjadi pacar akan menjadi suami
kita kelak. Ada juga salah satu dari mereka yang berprinsip selagi belum
menikah harus banyak pacar agar jika putus satu masih ada penggantinya dan
dapat menyeleksi yang terbaik. Sungguh kontras sekali pola pikir mereka dengan
pola pikirku, namun aku tetap bertahan dengan persahabatan yang telah dilalui
dari sejak pertama masuk kampus, susah senang selalu dilewati bersama, pokoknya
persahabatan kita sungguh lengket deh. Sampai-sampai teman-teman di kelaspun
merasa iri dengan kebersamaan kita yang terkenal dengan sebutan SSKB.
**Suatu ketika kita memutuskan untuk
menginap bersama disalah satu kossan tepatnya di kossan Bella, dengan tujuan
untuk mempererat persahabatan kita. Sembari menunggu waktu larut malam kita
melakukan perjalanan dari kossan Bella ke alun-alun kota dengan jalan kaki supaya
bisa menikmati jalan lalu lintas kota manis yaitu kota Ciamis. Perjalanan yang
cukup melelahkan akhirnya telah selesai dan kita sampai di alun-alun atau
sering disebut taman raflesia. Sembari menunggu waktu maghrib kita nongkrong di
taman raflesia sembari selfie-selfi, dan akhrirnya adzan maghribpun
berkumandang menandakan waktunya sholat maghrib. Aku mengajak Selpi, Keuis dan
Bella untuk sholat mahgrib namun, salah satu dari mereka (Keuis) menolak ajakan
untuk sholat dikarenakan akan ada pacarnya menjemput untuk jalan-jalan berdua
(yang sering disebut malam mingguan) sedangkan Bella dan Selpi sedang halangan
jadi hanya aku saja yang melaksanakan sholat maghrib. Selesai sholat maghrib
Aku, Selpi dan Bella melanjutkan jalan-jalan di sebuah supermarket sekitar
taman raflesia sembari membeli makanan untuk dimakan di kossan Bella, sedangkan
Keuis pergi bersama pacarnya meninggalkan kita bertiga. Setelah lama berputar-putar
di supermarket kitapun memutuskan untuk pulang ke kossan Bella, sesampainya di
kossan Bella, aku melaksanakan sholat isya dan tak lama kemudian Keuispun
datang. Malam minggu itu kita isi dengan sebuah permainan konyol yaitu main
kartu (tapi bukan judi), dalam permainan itu yang kalah harus dicoret-coret
dengan bedak baby yang dicampur air. Kebetulan sekali Susi, Bella dan Keuis
sama-sama pernah kalah jadi kita semua sama-sama cemong seperti badut. Malam
semakin larut waktu menunjukkan pukul 00.45 tapi belum ada yang ngantuk kecuali
aku sendiri, maklum tidak biasa begadang hhee.
“Kamu
udah ngantuk Sus??”(tanya Bella)
“Belum
kok”(berbohong belum ngantuk, karena tidak mau melewatkan masa-masa bersama
dengan sahabat-sahabatnya)
“Ohh,
kirain udah ngantuk, ayo mainnya dilanjut lagi”
Permainanpun
dilanjutkan sampai waktu menunjukkan pukul 02.00 dan semuanya mulai merasakan kantuk yang sangat berat sehingga semuanya
memutuskan untuk tidur.
**Suatu ketika ada hal yang tak
biasa diantara SSKB, persahabatan kita tak seharmonis seperti dahulu. Selpi,
Bella dan Keuis tampaknya mempunyai sahabat baru yang bernama Iis dan seperti
telah melupakan aku, sifat Iis memang hampir sama dengan sifat-sifat mereka
yaitu kekanak-kanakan dan suka pacaran sedangkan aku lebih memilih untuk
memperbaiki diri namun tidak bermaksud untuk menjauhi sahabat-sahabatku itu,
hanya saja aku ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan cara sering
mengikuti kajian-kajian islami dan bermuhasabah diri. Sempat sesekali aku mengajak
Selpi, Bella dan keuis untuk mengikuti kajian-kajian islam itu, namun apalah
daya mereka menganggap bahwa kajian islam tidak penting karena mereka pikir
hidup mereka masih lama jadi bersenang-senanglah dulu sebelum tua, padahal umur
seseorang tidak ada yang tau. Persahabatan kitapun semakin renggang karena kita
tak pernah bermain bersama lagi, aku dan mereka hidup dengan kesibukan
masing-masing hingga suatu ketika aku mengajak Selpi, Keuis dan Bella untuk
bermain bersama dan saat kita duduk-duduk bersama serta bernostalgia indahnya
persahabatan kita yang dahulu pernah kita ukir bersama, kitapun merasakan
kerinduan yang sangat mendalam tentang kenangan-kenangan indah itu. Kitapun
saling intropeksi diri dan bermaaf-maafan hingga kita menyadari bahwa suatu
perbedaan sifat bukanlah alasan untuk saling menjauh antara satu sama lain.
“Aku tak mau jauh dari kalian, aku ingin kita selalu bersama, aku merindukan
kebersamaan kita, sungguh aku merindukan kenangan-kenangan indah kebersamaan
kita dahulu, kalian adalah pelangi hidupku yang selalu memberi warna di setiap
hari-hariku” (Susi berbicara dengan tangisan yang tak henti-henti) dan akhirnya
empat sahabat itu menagis dan saling berpelukan.
#Untuk
nama-nama yang tertulis di atas maaf ya kalau kurang berkenan di hati, itu
cerita sengaja sedikit hiperbola ataupun di dramatisir, karena cerpen ini
diikutsertakan dalam sebuah penyeleksian untuk penerbitan sebuah buku kumpulan
cerpen inspiratif, dan alhamdulillah cerpen ini lolos menjadi kontributor buku
kumpulan cerpen dalam event “Inspirasi Remaja Masa Kini” yang dilaksanakan oleh
salah satu penerbit buku. Terimakasih untuk pengalaman-pengalaman yang telah
kita lewati sahabat-sahabatku ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar