Resensi Buku Sastra
Identitas Buku
Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Kota Tempat terbit :
Jalan. Pandega Padma 19, Yogyakarta
Tahun Terbit :
2007
Tebal Halaman : 533
halaman
PENTINGNYA PENDIDIKAN
Laskar Pelangi, mungkin
kata-kata itu sudah tak asing lagi ditelinga para pembaca, Laskar Pelangi
adalah sebuah novel yang telah membooming di antere negeri ini, penulis novel
yang begitu berbakat dalam bidang satra ini bernama Andrea Hirata. Penulis
novel ini yang tak lain berganti menjadi seorang tokoh yang menjadi Ikal dengan
cerdasnya mengajak pembaca untuk bisa mengikuti nostalgia kehidupan masa
kanak-kanaknya di pedalaman Belitong yang terkenal dengan kekayaan alamnya
terutama tambang timahnya, namun masyarakatnya tetap miskin dalam
kesehariaannya, karena tambanng-tambang timah itu dikuasai oleh orang asing
Novel laskar
pelangi ini mengisahkan tentang kenangan 11 anak belitung yang mempunyai
semangat untuk mengenyam pendidikan, mekipun hanya di sekolah terpencil serta
dengan segala keterbatasan. 10 anak
belitung ini tergabung dalam sebutan “Laskar Peangi” antaralain Aku sebagai Ikal dengan watak yang tegar dan
tidak mudah putus asa; Lintang dengan watak pantang menyerah dan cerdas; Mahar
dengan watak imajinatif, kreatif dan cerdas; Trapani dengan watak cedas dan
manja; Kucai dengan watak hiperaktif, banyak bicara dan susah diatur; Sahara
dengan watak keras kepala, cerdas dan baik hati; A kiong dengan watak baik tapi
sedikit aneh; Harun dengan watak baik tetapi sedikit keterbelakngan mental;
Borek dengan watak nakal dan susah diaturdan Syahdan. Serta Ibu guru yang
selalu setia mendidik 10 anak belitong itu bernama Muslimah Hafsari dengan
watak baik hati, sabar dan penyayang, mereka semua tergabung dalam sebuah
sekolah yanag berdiri atas bantuan-bantuan donatur yang ikhlas menyisihkan
rezekinya untuk tetap berdirinya sekolah tersebut, sekolah itu bernama SD
Muhammadiyah yang tampak begitu rapuh, namun bagi mereka keadaan sekolah yang
jauh dari kata mewah itu tidak menjadi masalah untuk menjadi seseorang yang mempunyai ilmu
wawasan yang tinggi seperti siswa yang sekolah di sekolahan elit.
Alur dalam novel
ini bersifat alur maju, karena ceritanya tersusun rapi dari awal hingga akhir,
dengan sudut pandang memakai kata ganti orang pertama karena dalam cerita, peulis menggunakan kata
Aku, adapun settingnya berada di sekolah, di bawah pohon, di rumah, serta
suasana yang begitu bervariasi yaitu menyenangkan, menyedihkan, mengharukan.
Keunnggulan novel
ini yaitu hubungan antara bagian satu dengan lainnya yang begitu harmonis sehingga menimbulkan
rasa penasaran bagi para pembacanya, sedangkan kelemahaannya yaitu adanya
kata-kata yang tidak mudah dipahami oleh pembaca.
Dari novel ini
pembaca dapat mengambil berbagai hikmah antaralain : pembaca dapat mengetahui
bahwa pendidikan itu sangatlah penting, kemiskinan bukan menjadi alasan untuk
tidak mempunyai cita-cita yang tinggi, secara keseluruhan novel ini bagus dan
sangat inspiratif bagi para pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar